Semalam di Novus Giri Hotel Puncak – #2

Bangun pagi terasa nyenyak sekali. Walaupun malamnya sedikit sulit tidur, tetapi suasana hotel yang sepi dan nyaman membuat saya, istri dan anak saya dapat menikmati tidur yang sangat berkualitas. Apa buktinya?

Sederhana aja. Si gingbul anak saya itu biasanya bangun subuh, sekitar jam 5 pagi. Tapi pas tidur di hotel ini, bener-bener pules banget. Dia baru bangun sekitar jam 7 pagi. Ajegile,.. Bisa telat sarapan ini sih.

Dia ini agak sensitif sama suara. Terkadang bisa tiba-tiba bangun karena gak ada orang di sekelilingnya. Kalo emak dan bapaknya udah grasak-grusuk siap2 pergi ke kantor, gak ada angin atau hujan dia bisa langsung melek, dan turun dari kasur.

gingbul-1
Gingbul seperti mengalami “deep sleep”

Tapi kali ini, seperti mukjizat. Walaupun bapak dan emaknya udah beberes, foto2 di balkon kamar, tetep aja dia tidur pules. Luar biasa. Mungkin dia sudah tahu yang namanya “Aji Mumpung” Kapan lagi tidur enak di hotel, ya kan. Lagian emang hawanya beneran bikin mager dan pengen gelar-gelor di kasur sih.

Agenda pada pagi hari fokus cuma buat ngajak main anak. Setelah sarapan pagi, rencananya saya dan istri mau ajak si gingbul main sama kelinci di rabbit village. Setelah itu baru main di kids club.

Sarapan pagi di Novus Giri Hotel

sarapan-pagi-novus-giri-hotel-puncak
Menu sarapan pagi saya di Novus Giri Hotel

Karena saya liburan pas hari weekdays, otomatis tempat sarapannya sepi. Jadi bisa lebih puas melahap semua makanan yang ada, hehe.

Di hari itu, cuma ada sekitar 3 keluarga di ruang sarapan. Cuma keluarga saya saja yang menjadi orang lokal, dua lainnya sepertinya dari Arab. Puncak ini emang gak jauh-jauh deh dari yang namanya turis Arab.

pemandangan-sarapan-pagi-novus-giri-hotel-puncak
View pemandangan bikin tambah nafsu makan

Kalo sebelum punya anak, kami berdua masing-masing ambil sendiri makanan yang kami suka.  Tapi sekarang, mau gak mau si gingbul yang jadi prioritas. Seperti raja, harus dia duluan yang makan.

Si gingbul makan buah, dan saya dibawakan sosis sama istri saya. So far, makanannya enak banget. Tempatnya juga cozy. Dari tempat sarapan itu, pemandangannya cukup bagus. Bisa menghadap keluar melihat lembah.  Sayang, saya lupa ambil foto lembahnya, karena laper dan fokus makan hahaha.

gingbul-makan
Gak mau makanan bekel, ikutan menu sarapan hotel

Sebenernya si gingbul bawa makanannya sendiri. Tapi entah kenapa, baru kali ini dia gak makan. Saya dan istri sempat bergumam, jangan-jangan dia gak mau makan makanan bekel. Karena dia udah tau, kalo banyak makanan enak di sini.

Eh bener aja, saya coba kasih bubur ayam hotel, dia lahap sampai nambah 2 centong. Luar biasaaa Nakkkk!

Istri saya suka rotinya, kalo saya suka hampir semua makanannya, hahaha. Dari omelet, nasi kuning, sosis, ayam, daging dan buahnya saya SUKAK.

Selama makan, si gingbul berantakan sekali. Tapi anehnya, ketika ada “mbak2” pelayan, dia langsung jaim. Sok-sok gak mau makan dan berantakin piring. Hih, udah mulai ada bakat “centil” nih bocah.

Setelah saya dan istri kenyang, bergegaslah untuk ke agenda selanjutnya. Sebelum itu, si gingbul berpamitan sama “mbak2” pelayan yang daritadi sepertinya gemes. Seperti gayung bersambut, si gingbul centil malah mau minta gendong, hadehhh.

Bermain di Kids Club Novus Giri Hotel

kids-club-taman-bermain-anak-novus-giri-hotel-puncak
Ruangan Kids Club di Novus Giri, banyak mainannya

Ruangan ini cukup luas dan sangat bersih. Layak sekali buat tempat bermain anak. Mainannya juga beragam, bisa untuk umur masih 3 bulanan atau sampai dewasa. Lah kok dewasa? lah iya, lha wong ada PS 3 juga. hahaha.

Di ruangan itu, gingbul awalnya clingak-clinguk. Dia pilih mainan mobil-mobilan yang gede, biar bisa di dorong. Nampaknya dia gak suka mainan yang printilan.

Pas lagi main, ada juga keluarga turis Arab yang sebelumnya saya sebutkan tadi. Anaknya sangat lucu. Bahkan si gingbul di ajak main. Anaknya ramah dan senyum terus. Sayangnya, keramahan anaknya tidak seperti bapaknya yang agak kurang senyum, dan ibunya yang tak nampak parasnya karena tertutup cadar.

Sempet nyobai prosotan. Apakah si gingbul berani atau gak. Tapi setelah saya coba, ada kejadian insiden kecil. Pas posisi sudah di atas, dan si gingbul siap mau mrosot, tangan saya terlepas dari pegangan dia. Seketika itu, gingbul mrosot sejadi-jadinya. Agak lucu, tapi kasian. Untung dia gak nangis, hihihi.

Mengejar Kelinci di Rabbit Village Novus Giri Hotel

rabbit-garden-taman-kelinci-novus-giri-hotel-puncak
Pintu masuk ke Rabbit Village

Fasilitas inilah yang menjadi alasan kami memilih Novus Giri Hotel untuk berlibur. Selain bisa ngajak bermain anak bersama kelinci, sekaligus melepas penat dengan melihat-lihat kelinci.

Ukuran Rabbit Village di Novus Giri Hotel cukup sedang. Letaknya agak curam. Dari kamar, kami harus menuruni jalan yang cukup tajam. Jika Anda membawa stroller ke lokasi ini, diharap harus hati-hati.

rabit-garden-novus-giri-hotel-taman-kelinci-puncak-curam
Taman kelinci, sederhana tapi menarik

Sesampai di sana, banyaklah terlihat kandang kelinci. Kemudian ada arena taman kecil untuk tempat kelinci dilepas.

Ketika sampai, ada mamang-mamang penjaga kelinci yang langsung sigap menyapa kami dengan ramah. “Wah bentar ya dek, ini saya ambilkan kelincinya”

Si mamang langsung mengambil kelinci berwarna putih dengan bulu yang sangat bagus. Katanya kelinci ini jenis Angora (kayak kucing aja)

Saya pertegas lagi, “Beneran Angora ini kang?”  “Eh, campuran deng, sama lokal”, balas si mamang.

Sebanyak dua kelinci sudah diturunkan ke arena kecil tempat kelinci dilepas. Si gingbul cuma lihat-lihat aja. Saya coba turunin dia ke arena, eh dia malah ketakutan.

Lalu saya dan istri saya coba ngasih contoh buat megang, Eh gak pake lama, dia malah pengen ikutan megang. Malah si kelinci putih itu “dijambak” sampai bulunya pada copot. Huh.. Mungkin karena kesal, si kelinci putih pun melarikan diri dari cengkraman si gingbul.

rabbit-garden-taman-kelinci-novus-giri-hotel-puncak-sfw
Detik-detik gingbul jambak si kelinci

Setelah puas bermain di Rabbit Village, kami akhirnya kembali ke kamar. Berjalan perlahan melalui jalanan menanjak yang cukup membuat perut kembali lapar.

Waktu masih tersisa beberapa jam. Sebelum pulang, akhirnya kami kembali mencoba ke kolam renang. Berenang sepuasnya sampai bosen. Sayang sekali sepertinya kalo kolam renang sebagus ini gak digunakan dengan semaksimal mungkin. hahaha.

Jika kalian tertarik dengan hotel ini, atau kiranya lagi kena macet di puncak dan butuh bermalam, mungkin bisa coba hotel ini. Untuk informasi lebih lanjut, saya saranin si langsung ke website Novus Giri Hotel aja. Soalnya kalo saya beberkan di sini semuanya, takutnya kurang update. Hehe.

Demikianlah perjalanan kami ke puncak pada weekdays pertengahan bulan Maret 2017 lalu. Semoga bermanfaat.

TAMAT

Advertisements

4 comments

  1. Udah pernah kesini tahun lalu, hotelnya emang enak banget. Waktu itu di kamar ada perfum ruangan alami dari tumbuh2han, suka banget. Yang terbaik deh di puncak menurut saya ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s