Mencoba Bakso Gepeng Rawamangun Sebelum Belanja di Tip Top

Bakso gepeng Rawamangun, letaknya di samping apotik Rini, tepatnya di depan ruko Pegadaian. Siang tadi, istri mengajak belanja bulanan di Tip Top, sebuah pasar swalayan murah di Rawamangun. Agak kesiangan sebenarnya untuk belanja, karena parkiran pasti penuh.

Belanja di Tip top di Rawamangun biasanya agak sulit mencari parkir. Untuk menghindari itu, biasanya saya mengambil hari selain sabtu dan minggu.

Sesampai di Tip Top, ternyata tidak seperti yang dibayangkan, mudah sekali mencari parkiran. Sebelum masuk untuk mulai belanja, istri celetuk “mending makan siang dulu, kalo kondisi laper, mata juga bisa laper”

Oke, ide yang bagus, mudah-mudahan biaya belanja bulanan kali ini lebih rendah dari bulan lalu.

Dari parkiran Tip Top, kami jalan ke seberang. Letak bakso gepeng rawamangun, persis di sebelah Apotik Rini, apotik yang konon sudah lama berdiri dan terkenal di Jakarta.

kuliner_rawamangun_bakso_gepeng_rawangun1Siang itu, masih belum banyak pengunjung, apakah karena sudah lewat jam makan siang? Entahlah, yang pasti saat saya cek jam di tangan, waktu menunjukkan pukul 13.30 WIB.

Gak pake lama, istri langsung pesan. Menu yang dipesan adalah bakso campur. Isinya, ada bakso bulat, bakso gepeng, tahu, bihun dan mie kuning. Kuahnya agak sedikit, karena isinya cukup besar. Siang yang cukup menyengat, membuat kami terpaksa memesan teh botol, biasanya bawa minum dari rumah. *hehe

Harga dan rasa Bakso Gepeng Rawamangun

Tidak sampe 10 menit, hidangan yang dipesan datang. Dari tampilan cukup menjanjikan. Biasanya, ketika makan bakso, langsung saya tambahkan kecap atau saos. Tapi kali ini, saya mau coba kuahnya dulu, ingin tahu bagaimana rasanya bakso gepeng rawamangun tanpa ada rasa tambahan seperti kecap dan saos.

kuliner_rawamangun_bakso_gepeng_rawangun-6

“Srupppp”, kuah disruput, dan rasanya gurih sekali. Sampai saya menulis postingan ini, rasanya masih ada *lebay

Hampir 2-3 sendok saya sruput kuahnya tanpa mencoba isinya. Lalu, saya tambahkan kecap dan saos, hmm.. dan rasanya makin jadi.

Maunya sih langsung buru-buru saya habiskan, tapi karena saya inget blog ini, makanya saya tahan lapar saya demi postingan di blog.

Setelah sesi photo shoot selesai, langsung aja saya “Hantam mereka!” *joe taslim made on

Ditengah-tengah sesi makan, saya merasakan ada yang kurang. Berpikir sejenak, sambil tengok kanan-kiri. Setelah sekitar 1 menit, saya tersadar, “Krupukkk!”

Ya, janggal sekali makan bakso tanpa krupuk. Abang bakso gepeng rawamangun ini agak aneh, tidak menaruh kaleng krupuk di meja makan, tapi terpisah di bagian belakang, tempat meja khusus yang berisi minuman.

Mungkin tempat ini joint venture kali ya, jadi abang bakso gepeng rawamangun gak jualan minuman, untuk minuman ada abang lainnya di belakang. *sotoy

So far, bakso gepeng rawamangun ini cukup rekomended lah. Untuk rasa, lumayan. Cuma agak heran dikit, kalo untuk bakso yang bentuknya gepeng, rasanya biasa aja.  Kalo untuk rasa bakso bulat, tahu, mie dan kuahnya sih “juaraaaa!”

Agak aneh sih, namanya bakso gepeng, tapi yang enak malah bakso bulatnya. hmm…

kuliner_rawamangun_bakso_gepeng_rawangun-7
Bentuk bakso gepeng

Untuk harga, lagi-lagi saya lupa. Padahal saya buat blog ini agar lebih informatif, tapi jadi kurang karena lupa harga terus. hehe

Kalo gak salah, 1 porsi sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 16.000, pokoknya gak sampe 20 ribuan lah.

Lokasi Bakso Gepeng Rawamangun

Mudah dijangkau sih ini. Tinggal Search aja pakai keyword “apotik Rini Rawamangun” di Waze atau Google Maps, nah kalo sudah sampai Apotik Rini Rawamangun, posisinya di sebelah kiri.

Lokasi bakso gepeng rawamangun ada di depan ruko Pegadaian. Parkir cukup luas kalo untuk motor, kalo mobil, kayaknya agak sempit deh.

kuliner_rawamangun_bakso_gepeng_rawangun-3

Setelah kenyang dan bayar, kami masuk lagi ke Tip Top. Kembali ke tujuan awal, yaitu belanja bulanan.

List belanjaan sudah dibagi dua, saya ambil bagian makanan, sedangkan istri saya pada kebutuhan lainnya seperti odol, sabun, dan beberapa alat kebersihan.

Tapi tetep aja lama, bukan wanita namanya kalo belanja gak lama, padahal list udah dibagi dua. Selesai sekitar 2 jam, list belanjaan sudah semua terpenuhi.

Tapi kok, isi di keranjang agak lebih banyakan ya, hmm.. sepertinya ada yang diluar list ini sih..

Antrian di mesin kasir agak lenggang, karena saya belanja bukan pas weekend. Semua barang sudah kena barcode dan masuk plastik, pas cek total biaya, okeyy.. sepertinya sama aja. Malah lebih bengkak daripada bulan lalu.

So, sepertinya, kondisi perut lapar tidak berbanding lurus dengan lapar mata, duh…

Advertisements

7 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s